Wednesday, February 18, 2015

Bupivacain, agen anestesi regional

Heboh berita salah pelabelan antara buvanest yang berisi bupivacain dengan asam tranexamid, membikin masyarakat ingin mengetahui lebih jauh tentang buvanest atau bupivacain. Akibat salah pemberian tersebut menyebabkan kematian 2 pasien di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Gejala yang terjadi diawali dengan nyeri di tempat suntikan yang diikuti kejang-kejang sampai henti jantung dan napas yang tidak dapat ditangani. 

Bupivacain atau terkenal dengan nama dagang buvanest merupakan agen anestesi lokal yang berdurasi lama, sekitar 2 jam. Agen atau obat ini dipakai dengan cara menyuntikkan ke ruang sub arachnoid di daerah tulang belakang atau vertebra lumbal sesuai blok anestesi yang diharapkan. Penggunakan teknik anestesi regional dengan bupivacain atau buvanest ini dilakukan untuk operasi daerah pusat ke bawah seperti pada operasi tumor kandungan, sectio secaria, tumor bidang urologi seperti prostat, kandung kemih, operasi ortopedi anggita bawah, dan hemoroid atau wasir.

Efek samping yang sering timbul berupa hipotensi atau tekanan darah menurun, mual, dan muntah. dapat juga terjadi henti napas dan jantung. Pernah juga dilaporkan kejang mioklonik involunter pada tangan dan kaki serta badan bagian bawah pasien. Kejang involunter ini dapat sembuh dengan sendirinya dan pasien tetap sadar.


Beginilah cara memasukkan obat bupivacain atau buvanest



No comments:

Kuliah Siklus Krebs dan Bioenergetika