Friday, June 28, 2013

Circumcision with local anesthesia or general anesthesia?


          Circumcision is obligatory for a Muslim after puberty. Circumcision is done by cutting some skin in the pubic end . Sometimes circumcision performed on children, or even a new born baby, for certain medical reasons, such as the presence of phimosis or adhesions in a hole out in pubic. Phimosis causing obstructed flow of urine into the urethra causing inflammation. It is necessary to process anesthesia, either with local or general anesthesia, So that the patient does not feel pain during the action.
          In the pediatric patients, patients with special needs such as the existence of hemophilia, mental weakness patients, or patients with excessive fear, then circumcision, a general anesthetic is a better choice than a local anesthetic. Circumcision with special needs or complications are usually handled by a surgeon. After the action was decided by the surgeon and the patient's family agreed, then the surgeon will consult to the anesthesiologist for anesthesia methods. Subsequently, the patient or his family will be explained about the method of general anesthesia to be performed on the patient.
          General anesthesia is an anesthetic or anesthetic technique that makes the patient is unconscious or asleep deep enough so that surgery can be performed safely and comfortably. On the use of this technique, patients who had planned the operation time will be required for laboratory mainly routine blood check and asked to stop eating and drinking since at least 6 hours before surgery. This treatment is referred to as preoperative preparation. Blood tests intended that if there are certain diseases such as bleeding disorders, anemia or infection, may soon be known. Fasting before surgery intended to make the stomach empty. Empty stomach is necessary so that the risk of vomiting or regurgitation in patients anesthesia process can be minimized. Vomiting or regurgitation that occurs can lead to aspiration, namely the inclusion of acidic gastric contents into the airways or lungs. Preoperative preparation is basically aimed at making conditions optimal for patient anesthesia and surgery.
          If the patient is cooperative or be invited to cooperate with the surgeon, for example, can calmly undergo circumcision, it can be done local anesthesia. Local anesthetic procedure is simpler than general anesthesia. At the local anesthetic technique, patients do not need to fast beforehand. Sufficient local anesthesia by injecting anesthetic into the pudendal nerve or nerves around the area that will be done surgically. In contrast to general anesthesia requires patient monitoring after surgery, until the patient is fully conscious, the patient with local anesthesia can go home if the surgery has been completed.
        Based on the above description, it is the patient that there is no contraindication to general anesthesia, can choose circumcision under general anesthesia. This is of course with consideration of surgeons and anesthesiologists.


Sunday, June 09, 2013

Tips menolong korban tenggelam

Menolong korban tenggelam mungkin lebih sulit daripada menolong korban di darat. Diperlukan keahlian khusus seperti berenang dan alat-alat yang sesuai. Jangan sampai tujuan menolong korban, mengakibatkan diri sendiri ikut menjadi korban. Berikut ini tip-tip yang bisa dilakukan untuk menolong korban tenggelam:

  1. Pastikan anda siap menolong. Sebelum menolong korban tenggelam, pastikan anda mempunyai keahlian dan alat pelindung yang cukup, misalnya pelampung atau jaket pelampung.
  2. Jika terdapat lebih dari 1 penolong, maka penolong ke dua sebaiknya segera menelpon 118 atau memanggil bantuan kepada petugas rumah sakit terdekat. Katakan lokasi kejadian dan jangan tutup telepon sampai pihak rumah sakit atau 118 mengerti apa yang akan dilakukan.
  3. Jika korban masih sadar, maka segera ambil kayu atau tongkat untuk mencapai korban. Jika terlalu jauh, maka seutas tali yang panjang bisa dilemparkan ke arah korban. Suruh korban berpegangan pada peralatan tersebut. 
  4. Jika posisi korban terlalu jauh, dan ada banyak penolong, maka coba untuk mencapai korban dengan cara membuat rangkaian penolong seperti rantai. Ingat, ikat penolong terdepan dengan tali dan pangkal tali diikatkan pada rantai penolong. Tidak usah memaksakan diri untuk mencapai atau menyentuh korban yang panik. Cukup memakai dayung atau tali yang diarahkan ke korban agar  menngapai tali atau dayung tersebut. 
  5. Jika korban pingsan, maka dekatilah korban dengan perahu atau penolong mendekati korban dengan lebih dulu mengikatkan diri pada tali yang ujungnya ada yang memeganginya.
  6. Sesampai korban di daratan, segera selimuti untuk mencegah kedinginan atau hipotermi. Jika terjadi henti jantung atau napas, segera lakukan bantuan hidup dasar.
  7. Mudah-mudahan bermanfaat

Wednesday, June 05, 2013

Tes Potensi Akademik


UMY memberlakukan tes potensi akademik untuk menjaring mahasiswa baru. Tes ini berbeda dengan tes mata pelajara lainnya, karena isinya serupa dengan psikotes. Tes potensi akademik (TPA) berisi: tes kemampuan verbal, tes deret seri, tes aritmatika, tes penalaran logis, tes penalaran analitis. 
Di bawah ini beberapa tips yang bisa dicoba untuk memperbesar peluang sukses TPA:


  1. Satu minggu atau sebulan sebelum ujian tes potensi akademik berlangsung berlatihlah soal-soal mengenai tes potensi akademik/TPA sebanyak mungkin, baik itu melalui ebook atau buku yang Anda beli, dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA sesuai arahan yang tertulis. 
  2. Dalam tes potensi akademik/TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tidak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena akan membebani anda saja, yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur serta kecepatan dan ketepatan saat menjawab soal.
  3. Saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan yang konsentrasi tapi rileks, dan tidak tegang.
  4. Sebelum mulai mengerjakan, lihatlah jumlah soal dan jumlah waktu yang diberikan. Lalu hitunglah berapa alokasi waktu persoal. Misalkan persoal, anda punya waktu 30 detik, maka kerjakanlah masing-masing soal maksimal dalam waktu 25 detik saja. Sisa 5 detik ini penting untuk mengerjakan soal-soal yang terlewati atau masih ragu-ragu dalam jawaban. Jika dalam waktu 25 detik, anda tidak mampu menemukan jawabannya, lewati saja dan beralih pada soal berikutnya. Ingat, dengarkanlah seluruh instruksi yang disampaikan oleh panitia penyelenggara dengan seksama. Sehingga Anda dapat paham terhadap mengerjakan soal tes.
  5. Selain mematuhi alokasi waktu per soal, upayakan pula menabung waktu. Jika dalam mengerjakan satu soal anda hanya membutuhkan 23 detik, maka anda dapat menabung 7 detik. Ini sangat penting artinya di saat-saat akhir. Karena anda akan sangat memerlukan waktu untuk mengulangi soal yang terlewati, soal yang masih ragu-ragu jawabannya, dan meneliti ulang lembar jawaban apakah arsiran pensilnya sudah hitam sempurna.
  6. Jika anda menemukan soal yang bentuknya belum pernah anda temukan sebelumnya dan anda belum tahu bagaimana mengerjakan soal tersebut, maka jangan ambil pusing, lewati saja, dan fokuskan kepada soal berikutnya. Hal ini dilakukan agar lebih mengefesienkan waktu yang terus berjalan.
  7. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu, semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang sama. Kerjakan saja soal yang Anda ketahui, jika Anda sudah siap mengerjakan soal yang anda ketahui tersebut dan sisa waktu masih ada, kembali ke soal yang belum dapat Anda jawab untuk mengetahui jawabannya.
  8. Berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi psikis, mental dan kinerja otak memiliki hubungan erat. Jika kondisi psikis tenang, maka otak anda berada pada gelombang tertentu yang sangat kondusif untuk berpikir secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan tes TPA,berdoalah sesuai dengan kepercayaan masing-masing dengan keyakinan bahwasannya Anda dapat lulus dalam tes potensi akademik ini.
  9. Lakukanlah sugesti kepada diri Anda sendiri dengan penuh emosional sebelum berlangsungnya tes potensi akademik, dengan mengatakan kepada diri Anda "Aku Bisa". Kalimat tersebut sangat powerfull yang dapat membangkitkan seluruh kekuatan mental dan fikiran Anda untuk berhasil dalam tes tersebut.
  10. Pada poin yang kesepuluh ini merupakan poin yang krusial dan sepele yang sering sekali dilupakan, yaitu 1 hari sebelum berangkat kelokasi dimana tes potensi akademik berlangsung, survey lokasi tempat tes dan ruangan Anda. Kemudian setelah itu persiapkan juga peralatan tulis-menulis yang dibutuhkan.
Selamat tes TPA. Sukses untuk anda!

Kuliah Siklus Krebs dan Bioenergetika